Halaman

Rabu, 30 Mei 2012

School In Love (Part 1)


Author : Dha Khanzaki a.k.a Shin Je Young
Genre : School, friendship, romance, family

Cast :
Nitha a.k.a Lee Soo Ji/ Suzy
Raffa a.k.a Cho Kyuhyun
Riri a.k.a Park Jiyeon
Satya a.k.a Kim Kibum
Shilla a.k.a Im Yoona
Fahri a.k.a Lee Donghae

Support Cast :
Kesya a.k.a Kim Hyoyeon
Aldi a.k.a Choi Siwon
Cindy a.k.a Seo Joo Hyun/ Seohyun
Armand a.k.a Kim Heechul
Aji a.k.a Park Jungsoo/ Leeteuk
Mellin a.k.a Kim Taeyeon
Luna a.k.a Cho Ara
Milly a.k.a Jessica Jung
Susan a.k.a Kwon Yuri

Warning : Ceritanya rada-rada mirip BBF di awal cerita.

Hai-hai.. di sini Shin Je Young.. Author gaje yang berusaha bikin cerita yang gak berakhir gaje. Ini adalah FF yang berdasarkan Novel 'School In Love' karya Risda Julianingati *nama Author itu*. cuma namanya aja di ganti jadi seleb-seleb korea favorit Author *gag nanya*

Semoga chingudeul suka... mian kalo ada kesalahan ketik, kengawuran karakter, cerita gak jelas, atau bahasanya amburadul... ini cuma fiksi belaka and harap dimaklumi karena Author masih dalam tahap pembelajaran. hehehe

Happy Reading....



@@@

Chapter 1.. Sekolah Baru, Suasana Baru

Kring... kriiing...
Bel berbunyi. Buset dah... sudah waktunya masuk tapi gerbang masih berjarak 100 m dari tempatnya berdiri. Gadis dengan bola mata cokelat dan rambut hitam terurai indah sepinggang tampak melambai-lambai terbelai angin yang bertiup semilir. Dengan langkah yang agak dipercepat, matanya terus tertuju pada gerbang sekolah yang akan segera ditutup. Murid lain yang bernasib serupa pun tambak berlarian menuju gerbang.
"Sial!! Aku gak bisa lari cepet!" keluhnya sambil membetulkan tas selempangnya yang berwarna pink.
"Chankkaman!!"
Mati sudah harapannya. Gerbang sudah tertutup rapat sementara dirinya masih berdiri di sisi luar gerbang. Mengapa hanya dirinya yang tidak beruntung? Sementara yang lainnya sudah ada di lingkungan sekolah dan terlihat berlarian menuju kelasnya masing-masing.
"Ahjussi... Tolong buka Gerbangnya.."
Pak satpam yang bediri di dekat pos sambil memegang tongkat itu tidak begitu mempedulikan. Tampangnya seperti orang yang hendak memukul maling saja.
"Mian agashi, tapi sudah waktunya gerbang ditutup. Saya hanya mengikuti perintah saja." Dengan nada menyesal yang dibuat-buat satpam itu berusaha meyakinkan gadis malang itu.
"Fuuh.. padahal ini hari pertamaku masuk." keluhnya dalam hati.

Setan dalam hatinya berbisik, merayunya untuk kabur saja dari sana dan berjalan-jalan memanfaatkan hari yang secerah pagi ini. Tapi, sisi alin pun ikut bersuara. Jangan bolos! ini hari pertama masuk sebagai murid baru di sekolah ini. Masa sudah berani membolos sih. Bisa-bisa masuk Black List nanti.
BRRRMMMMMMM
Suara Mesin motor terdengar semakin mendekat. Dengan langkah gontai gadis itu membalikkan badannya. Waw. nampak seseorang sambil mengendarai motor melaju ke arahnya. begitu tiba dekat gerbang, si pengendara membuka helmnya. Gadis yang berjarak hanya sekitar 2 m dari si pengendara motor itu terpana melihat ternyata si pengendara motor adalah seorang namja dengan wajah tampan dan karisma tinggi.. oh, oh,oh,  mimpi apa semalam?
"Pak, buka gerbangnya" ucap namja cool itu.
"Siap Bos!' ucap satpam itu dengan wajah ramah. Wajah yang tidak sama dengan wajah yang diperlihatkannya pada gadis malang itu.

Dengan segera satpam yang sepertinya pilih kasih itu membukakan gerbang untuk namja yang sudah jelas lebih terlambat darinya.
"Hei kau! ayo masuk!" Ucap si pengendara motor itu menegur yeoja yang melongo menatapnya.
"HAH?"
"Ayo masuk! Kamu akan terus berdiri di situ?"
"Baiklah..."
Ha..ha..ha.. beruntung sekali pagi ini bertemu dengan cowok sebaik hati dan secakep dia. di tolongin lagi. Dibandingkan dengan Satpam yang pelit banget itu.

"Hei, namamu siapa?" Tanya gadis itu begitu tiba di depan gedung yang berlantai 5 itu. Siapa lagi yang diajak bicakra kalau bukan cowok kyeopta itu. Tapi yang ditanya tidak menjawab, hanya memandang ke arah gadis itu sesaat lalu memalingkan wajah dan pergi begitu saja.
"Huh, sopan banget sih! Hei.. namaku Suzy.." teriaknya sekeras mungkin walau sudah yakin dia tidak akan mendengar karena sudah berjalan terlalu jauh di depannya.
"Hmm, siapa ya dia?"

___@*@___

"Annyeong haseyo, Joneun Lee Soo Ji imnida. Kalian panggil aku Suzy saja. Bangapseumnida.." ucapnya memperkenalkan diri di depan kelas. Suzy itu murid baru di SMU St. President yang kini duduk di bangku kelas 1 SMU.
"Baiklah Suzy, kamu boleh duduk di bangku sana." ucap Bu Haneul seraya menunjukkan bangku yang kosong di bagian belakang. Itulah kali pertama Suzy di kelasnya yang baru.
Padahal baru saja dia 2 bulan di sekolahnya yang lama, eh ayahnya sudah harus dimutasi ke tempat yang sangat jauh dari sekolahnya. Dia beserta keluarga terpaksa harus pindah dan sekolahpun ikut pindah.
Teman-teman yang baru saja dikenal harus merelakannya pergi. Dan sekarang, di lingkungan yang baru pun harus berusaha untuk mendapatkan teman yang baru.

Bel istirahat pun berdering. Suzy berdiri untuk meluruskan pinggangnya yang tadi sempat pegal karena pelajaran fisika yang sungguh membuat suntuk.
"Kantinnya sebelah mana ya?" tanya Suzy sambil lirik kanan kiri. Betapa besar SMU St. President itu. Sekolah dengan standar internasional yang luas dan bangunan indah bergaya barat. Bingung, kenapa bisa kepikiran ya, Appanya untuk memasukkannya ke sekolah super elit itu.
Begitu memasuki kawasan gedung olahraga, sumpah.. Sepertinya Suzy kesasar. Selama dia tidak membawa denah sekolah itu, terus saja kesasar. Tidak akan menemukan tempat tujuannya. Ampun deh..
"Sialan Lo!"
Ada seseorang berteriak. Suzy terkejut bukan main. Hei, sepertinya ada suara orang memaki orang lain. Suzy melirik. Wuah.. ternyata ada 2 orang murid lelaki yg sedang berkelahi! Ini harus dicegah!!
"Ya! kalian udah! berhenti!" Suzy berusaha untuk melerai mereka
"Ada apa sih?! kok sampe berantem begitu?"
"Ya! Siapa kau! beraninya ikut campur urusan kami!"
"Yah.. ini memang bukan urusanku sih. tapi kan sudah jadi kewajibanku untuk melerai orang yang berkelahi."
"Memangnya kau siapa?" Berantem atau gak itu bukan masalahmu!!"
"Menyebalkan! Sudah bagus ya aku peduli!"
"Diam kau, Dasar yeoja cerewet!"
Salah 1 dari mereka dengan sengaja emndorong Suzy hingga jatuh. "Aw, sakit sekali.." Itulah yang dirasakan oleh Suzy. pantatnya kesakitan karena berbenturan dengan lantai.
"Dasar Kalian!!" Suzy marah dan berniat untuk balas menghajar mereka, tapi...

"Ada apa ini?" tanya seseorang dari arah belakang Suzy. Yeoja itu menghentikan aksinya  sejenak karena melihat paras orang-orang yang berkelahi itu berubag menjadi pucat seperti melihat sesuatu yang mengerikan.
"Tidak. Tidak ada apa-apa." Orang-orang itu berkata dengan suara tergagap-gagap. Ada apa sih? Suzy jadi penasaran. Siapa gerangan yang sudah membuat mereka sampai ketakutan seperti itu. Suzy pun membalikkan badannya.
"Ow. Ow.." ucap Suzy pelan, nyaris tak terdengar
"Hei, Kenapa dengan kalian?" tanya seorang namja tampan yang ada di hadapannya. Namja itu mengangkat alisnya sebelah menunggu jawaban dari Suzy.
"Em, sebenarnya.." Suzy tidak melanjutkan. dia malah terpaku pada namja lain yang ada di samping namja tampan itu. Hei, itukan namja keren yang pagi tadi menolongnya. wah.. kebetulan sekali..
"Ada apa?" tanya namja keren itu dengan nada suara sedikit kesal karena Suzy menatapnya penuh dengan rasa penasaran.
"Em.. mereka tadi berkelahi.." Ucap Suzy seraya menunjuk orang2 tadi. Jelaslah yang ditunjuk tampak terkejut dan memandang Suzy tajam. Itu membuat nyali Suzy yang tadi begitu besar menjadi ciut.
"Benar itu?" tanya si namja tampan.
"Bohong! dia bohong!" seru salah seorang dari mereka dengan nada tinggi. Hal itu membuat si namja tampan semakin curiga.
"Hei, kamu gak usah bohong! Sebagai laki-laki kau harus bisa mempertanggung jawabkan perbuatan yang sudah kau buat!" Suzy mulai kesal.
"Diam kau" amarah mereka semakin meninggi dan hendak memukul Suzy dan membuat Suzy takut setengah mati hingga ia menutup kedua matanya.
"AHHHH" Suzy menjerit. Beberapa saat kemudian Suzy membuka matanya perlahan. Suzy terperangah, ternyata tangan mereka yang hendak memukul Suzy ditahan oleh tangan seseorang.
"Apakah memukul perempuan adalah tindakan seorang lelaki sejati?" tanya cowok keren denganpandangan mata yang tajam sambil menahan tangan cowok yang akan memukulnya.
"Bu..Bukan begitu.."
"Ingat! Lo sudah berbohong ama kita. dan lo berani-beraninya melakukan tindakan kayak tadi di depan mata kami. Gw harap lo tahu akibatnya kan?" ucap si namja tampan tapi serem seraya berlalu.
Namja keren pun melepaskan cengkramannya. dia pergi dan berjalan dengan gayanya yang super keren. Suzy tidak mau ikut diam. dia beranjak pergi daripada nanti dihajar oleh orang jahat itu kalau terus ada di sana.

__@*@__

"Hei.." Panggil Suzy begitu kedua orang yang tadi menolongnya berhasil dia kejar. keduanya sama-sama menengok.
"Gomawo.. Jeongmal gomawo.." ucap Suzy dengan napas tersengal-sengal
"Terima kasih untuk apa?" tanya Si Namja tampan itu dengan ekspresi wajah yg sedikit sinis. cukan sedikit sih, tapi memang sinis! Suzy jadi bingung menanggapinya.
"Tadi kalian udah menolongku." jawab Suzy sedikit gugup. aduh, eottohke..
"Jangan kegeeran ya! siapa yang tadi nolongin lo! kami cuma kebetulan lewat!"
Kata-katanya sedikit menyesakkan hati. sudah berkata begitu dia pergi.
"UUH,, gak sopan!! sudah bagus aku berterima kasih!!"

Hampir terlupakan. Pada awalnya Suzy berniat untuk menanyakan nama dari namja keren itu. ayolah.. mumpung orangnya masih ada di depan mata. sebelum menghilang lagi sebaiknya cepat di tanya
"Chogi.." panggil Suzy membuat mereka lagi-lagi berhenti dan menoleh.
"Ada apa lagi!!" lagi-lagi dan lagi yang menjawab si sinis itu.
"Namamu siapa?" Mata Suzy terus memandang namja keren tu. uh, semakin dipandang semakin terlihat keren. tapi si namja sinis yang tampaknya kepedean dan berpikir kalau Suzy menanyakan namanya. lantas menjawab dengan nada ketus.
"Untuk apa lo tanya nama gw! gak penting!"
"Ya! siapa yang nanya nama lo! yang aku tanya namanya!!" teriak Suzy kesal sambil menunjuk si namja keren.

kwak.. kwakk.kwaak.. dia tampak menelan ludah. Hei, malu dong! makanya jangan kegeeran dulu! mentang-mentang dia cakep, dia pikir semua orang yang memandangnya akan langsung menanyakan namanya!
"Huh" dia pergi tanpa mengatakan apapun. Suzy tidak begitu mempedulikan namja sombong itu. dia menunggu jawaban dari mulut si namja keren yang masih tetap ada di dekatnya. tapi dia tidak kunjung menjawab dan malah pergi mengikuti namja sinis itu.
"Ya.. aku tanya siapa namamu.. dan kamu harus menjawab!!! ya! namaku Suzy.. Lee Soo Ji.."  teriak Suzy yang masih bersikukuh ingin tahu. namja itu tidak mempedulikan omongan Suzy dan terus melanjutkan langkahnya.

TENG TENG TENG

"Hah, bel!! aku belum sempat ke kantin.. eottohke..."
Ah, gara-gara meladeni orang-orang yang berkelahi tadi. jadi gak sempat makan. aduuuh... mana perut suzy keroncongan lagi. ah sudahlah! yang penting sekarang ia harus segera ke kelas sebelum pelajaran dimulai!!

TBC...